Tampilkan postingan dengan label jodoh dan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jodoh dan cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2011

JODOH DAN CINTA

Malam itu saya sempat melihat tayangan Mario Teguh Golden Ways di Metro TV, menarik judulnya “Young Love”, meskipun hanya sepenggal iklan saya menonton, namun banyak sekali kalimat-kalimat berharga yang saya dapatkan, ditambah dengan beberapa tulisan yang pernah saya baca membuat saya ingin menulisnya, sekedar berbagi saja. Tidak, anda jangan berfikir saya ingin menjadi Mario Teguh, sama sekali tidak, saya telah bangga dengan menjadi seorang Fiskus, dan saya juga sangat bangga karena nama saya hampir sama dengan nama beliau, meskipun hanya nama Teguh yang sama diantara kami. Akhirnya saya buat tulisan ini, mungkin bermanfaat bagi anda yang sedang patah hati, yang sedang jatuh hati, jombloer, atau seorang Playboy cap gayung.

Cinta Adalah Kebebasan Yang Hanya Dibatasi Oleh Biaya

Orang yang jatuh cinta merasa dirinya bebas, dunia seakan milik berdua, yang lain cuma numpang saja (numpang, bukan nyewa, karena mereka tidak pernah membayar). Orang yang jatuh cinta hidupnya selalu dipenuhi dengan kebebasan, bebas berjanji, bebas merayu, bebas segalanya, hanya satu yang menghalangi semua itu; biaya. “kalau kau jadi istriku, akan kubuatkan istana yang kubangun penuh cinta”, nyatanya setelah menikah hanya gubug reot yang dibuat, alasannya tidak ada uang.

Cinta Adalah Kumpulan Rasa Sayang, Rindu, Benci, Marah, dan Cemburu

Orang yang jatuh cinta akan selalu merasa sayang, rindu bila tidak bertemu, 1 jam akan serasa 1 minggu bila tidak bertemu, dan 1 hari akan serasa 1 jam bila bersama. Tidak ada yang tidak pernah marah dalam menjalani cinta, demikian juga dengan benci dan rindu, semua itu lumrah, wajar tanpa syarat, ibarat garam tanpa masakan, asin banget.

Beberapa waktu yang lalu istri saya bicara “kita kok gak pernah ribut ya cun ?”, saya dengan santai menjawab “pernah kok, hanya riak-riak kecil tapi, tidak ada pasangan yang tidak ada perselisihan”. Cinta itu ibarat Roller Coaster, kadang diatas dan terkadang dibawah, selama masih dalam rel maka tidak aka nada masalah, tidak menarik jika kita menaikinya namun selalu diatas, demikian juga sebaliknya. Kadar cinta seseorang juga demikian, kadang naik dan terkadang turun, kadang rindu dan terkadang benci, marah dan cemburu, semua itu wajar selama masih dalam rel cinta, karena terkadang kita butuh turun untuk dapat naik lebih tinggi.

Romantisme Cinta

Saya suami yang tidak romantis, itu fakta. Beberapa waktu yang lalu istri saya ulang tahun dan sahabat saya menyarankan untuk membelikannya bunga, agar sedikit romantis. Namun apa yang terjadi, saya gagal membelikan istri saya bunga, dengan berbagai alasan tentunya, mungkin lain kali sayang aku akan membelikanmu bunga, semoga saja terlaksana.

Sahabat saya yang lain pernah berbicara bahwa tidak pernah ada romantisme dalam rumah tangga, memberikan sekuntum bunga hanya ada dalam dunia yang dinamakan pacaran serta hanya ada dalam dunia sinetron, mungkin itu benar. Terkadang kita malas mengungkapkan rasa romantis terhadap pasangan kita ketika dia telah menjadi pasangan hidup kita, mungkin dibutuhkan puber ke 2,3,4 dalam menjaga romantisme cinta, jika itu memang dibutuhkan saya siap menjalani puber tersebut, sangat siap. Sering saya melihat pasangan yang berjalan bergandengan tangan, duduk sambil bergenggaman tangan, bahkan ketika pasangannya mengaduh karena sakit kakinya terantuk batu, sang kekasih panik dan sibuk menyembuhkannya (padahal hanya dengan meniup-niup kaki yang sakit atau bahkan hanya mengelus-elusnya saja), dan bisa saya pastikan mereka pasti sedang pacaran atau saya memang sedang menonton sinetron cinta fitri 4. Berbeda ketika melihat pasangan yang sedang berjalan, si pria berjalan tergesa-gesa sedangkan si wanita dengan susah payah mengikutinya, dan ketika si wanita kakinya secara tak sengaja menendang batu sampai sakit, si pria hanya menggerutu saja, kalau yang ini saya pastikan sudah menikah, pasangan suami istri yang tingkat keromantisannya mencapai level stadium 4. Memang romantisme sangat sulit dilakukan (terutama buat saya) ketika telah berumah tangga, namun bukan berarti kita tidak bisa melakukannya bukan, selama anda mencoba, tentu semua akan bisa terlaksana.

Jodoh Bukan Dicari, Jodoh adalah Hasil Dari Membangun Cinta

Pernah saya bertanya kepada kawan saya mengapa dia tidak segera menikah dan dijawab dengan simple “belum ketemu jodohnya”. Saya beritahu kawan jodoh itu ditangan Tuhan, namun Jika tidak kamu ambil ya ditangan Tuhan terus tidak akan pernah sampai ke tangan kita. Jodoh bukan untuk dicari, kita tidak akan menemukan jodoh saat pacaran, saat baru menikah bahkan saat kita sibuk mencari jodoh itu sendiri, mengapa ? karena jodoh itu adalah hasil dari membangun cinta, cinta yang kita bangun dalam berumah tangga. Kita akan menemukan jodoh kita saat usia kita telah lanjut usia, saat kita telah sulit berdiri, saat janji-janji perkawinan masih sulit dipenuhi, namun dia masih setia mendampingi kita, itulah jodoh kita.

Alangkah anehnya ketika saat pacaran kemudian kita bicara “inilah jodohku”, sebulan kemudian bubar, atau yang lebih extreme lagi saat akan menikah berikrar bahwa dia jodohku, namun belum genap sebulan telah melayangkan talak 3, kemudian cerai dan menikah sampai 7 kali, alangkah banyaknya jodoh kita.


melukis kata menulis cerita

Selasa, 24 Mei 2011 pukul 07.00