Pernah kulihat bujang bertangan satu
Yang dengan tangannya
Sibuk bekerja menyemir sepatu
Pernah juga kutemui lelaki berkaki
Kiri
Yang dengan kakinya itu
Sibuk mendorong gerobag
Mencari rongsokan sampah disana-sini
Boleh jadi tangan mereka lebih banyak bekerja
Daripada tangan kita
Yang kanan untuk merokok
Sedangkan yang kiri hanya untuk membersihkan kotoran diri
Boleh jadi pula kaki mereka lebih banyak bekerja
Dibandingkan kaki kita
Yang hanya dipakai untuk menopang raga
Surga memang dibawah telapak kaki ibu
Tapi.....
"pintu surga" ada di kaki dan tangan ayah yang sibuk bekerja
Jadi...
Mari sibuk bekerja
melukis kata menulis cerita
23 juni 2011
07.00
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 September 2011
Berkawan Malam
Membaca puisi malam
Lengang
Malam sedang diam
Bahkan angin enggan menyapa
Berbicara dengan langit
Sempurna
Karena langit sedang bahagia
Tercurah cahaya purnama
Angin berjalan mengendap
Merapat kedalam gelap
Alam telah terlelap
Meninggalkan raga yang masih belum siap
Ah...
Selamat tidur dunia
Sampai jumpa purnama
Esok gelap kita kembali bersua
Lengang
Malam sedang diam
Bahkan angin enggan menyapa
Berbicara dengan langit
Sempurna
Karena langit sedang bahagia
Tercurah cahaya purnama
Angin berjalan mengendap
Merapat kedalam gelap
Alam telah terlelap
Meninggalkan raga yang masih belum siap
Ah...
Selamat tidur dunia
Sampai jumpa purnama
Esok gelap kita kembali bersua
Langganan:
Postingan (Atom)